BELAKANGAN ini entah kenapa simbol-simbol “mata tunggal” begitu mudah saya temui. Mungkin ini yang
namanya law of attraction--hukum tarik menarik", berhubung tahun ini saya memang banyak diterpa --baik sengaja atau tidak-- informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan organisasi-organiasi pada judul-judul di atas.
Ketika isu kiamat 2012 mengemuka (tanpa mengaitkan dengan ramalan suku Maya, karena saya sangat tidak percaya kiamat yang dikaitkan dengan “nomor cantik” macam 121212), dan jika dikaitkan dengan agama yang saya anut bahwa isu ini bakal menaut ke wacana tentang kedatangan dajjal (anti-christ, dalam istilah Nasrani-nya), maka mendadak rasanya simbol dajjal --si mata tunggal-- ada di mana-mana, paling nggak dalam tatapan mata saya. (gambar kiri: logo Illuminati yang menggambarkan piramida dengan "mata tunggal" di puncaknya. Gambar ini terdapat pada uang satu dolar AS: http://www.youtube.com/watch?v=bxlcl-8RU4s&feature=rec-LGOUT-exp_stronger_r2-2r-1-HM)
namanya law of attraction--hukum tarik menarik", berhubung tahun ini saya memang banyak diterpa --baik sengaja atau tidak-- informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan organisasi-organiasi pada judul-judul di atas.
Ketika isu kiamat 2012 mengemuka (tanpa mengaitkan dengan ramalan suku Maya, karena saya sangat tidak percaya kiamat yang dikaitkan dengan “nomor cantik” macam 121212), dan jika dikaitkan dengan agama yang saya anut bahwa isu ini bakal menaut ke wacana tentang kedatangan dajjal (anti-christ, dalam istilah Nasrani-nya), maka mendadak rasanya simbol dajjal --si mata tunggal-- ada di mana-mana, paling nggak dalam tatapan mata saya. (gambar kiri: logo Illuminati yang menggambarkan piramida dengan "mata tunggal" di puncaknya. Gambar ini terdapat pada uang satu dolar AS: http://www.youtube.com/watch?v=bxlcl-8RU4s&feature=rec-LGOUT-exp_stronger_r2-2r-1-HM)
Suatu hari, di saat isu kiamat 2012 sedang ramai-ramainya dibincangkan pada pertengahan November
2009, mendadak kakak saya menunjukkan sebuah buku yang katanya best seller internasional. Sebagai yang sedang bergiat di bidang perbukuan, spontan saya mengecek siapa penerbit buku ini. Saya agak terheran-heran (*lebay*) ketika melihat logo penerbit buku tersebut berupa simbol segitiga dengan satu mata. What? Dajjal? Freemasonry? Illuminati? (apa pula arti nama-nama ini?). Sekedar untuk diketahui, buku yang ditunjukkan kakak saya itu adalah semacam buku pencerahan yang dicuplik dari pengalaman-pengalaman bijak seorang “bule” yang menjadi biksu. Konsepnya mirip “Chicken Soup” . (gambar kanan: logo Freemasonry)
Beberapa hari berselang di awal November 2009, saya --lagi-lagi dengan kakak-- jalan-jalan ke pameran distro (distribution store) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, dan saya terpikat pada satu sweater. Waktu itu, hanya sekilas saja
saya melihat gambar pada sweater tersebut: tidak menyolok, satu warna, cenderung sederhana. Saya malah sempat menanyakan pada pedagangnya kalau-kalau ada yang polos tanpa gambar, tapi tidak ada. Yowes, bungkuuuus……
Sesampainya di rumah, barulah saya sempat lebih lekat mengamati setiap detail gambar pada sweater tersebut. Dan salah satu gambarnya adalah.......mata tunggal. Kalimat yang tertera pada sweater tersebut juga cukup bikin ilfil, meskipun sekilas mah gak bakal kebaca.
Sempat dilema, seolah-olah gambar-gambar itu bisa menyihir saya agar mau bergabung dengan "aliran" new world order (NWO) ini, alias novus ordo seclorum dalam bahasa latinnya --jargon yang terdapat pada duit satu dolar AS. Tapi, apalah arti gambar, hibur saya pada diri sendiri, yang penting kita tidak meyakini aliran tersebut. Dan lebih penting lagi, sweater tersebut berhasil mengusir dinginnya Pangalengan yang berkabut dan bergerimis saat saya kunjungi pada akhir November lalu.
Tapi rasanya mendadak semua hal yang saya gemari pun mengarah ke sana. Satu grup band yang sudah saya akrabi lagu-lagunya sejak usia belasan tahun (gara-gara pengaruh kakak-kakak saya), "mendadak" memberikan penampakan-penampakan “mata tunggal” lewat simbol-simbol yang dibawanya. Bahkan lagu-lagunya pun mengindikasikan lirik yang “aneh” (lihat pembahasannya dalam tulisan selanjutnya).
Terpaan lewat Facebook
Saya baru bergabung dengan Facebook pada April 2009. Namun justru isu-isu mengenai organisasi-organisasi di atas baru gencar mendatangi saya pada November in
i (entah karena ada kaitannya dengan isu kiamat 2012 atau tidak). Anehnya, saya mendapati “propaganda” anti organisasi-organisasi tersebut hanya karena ingin memenangkan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang tampaknya tidak ada kaitan dengan “isu ini”. (gambar kanan: salah satu simbol Illuminati)
Misalnya saja saat saya penasaran membuka tautan/link yang di-tag-kan seseorang untuk salah seorang friendlist saya di facebook. Ternyata, link tersebut berisi rentetan video bertajuk “The Arrival” buatan dua orang bernama Noreeagaa dan Achernahr. Video ini berseri banyak dengan pengantar bahasa Inggris, dan tampaknya dibuat dengan riset cukup mendalam meskipun dalam beberapa hal kurang didukung bukti yang meyakinkan.
Beberapa hari berselang di awal November 2009, saya --lagi-lagi dengan kakak-- jalan-jalan ke pameran distro (distribution store) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, dan saya terpikat pada satu sweater. Waktu itu, hanya sekilas saja
Sesampainya di rumah, barulah saya sempat lebih lekat mengamati setiap detail gambar pada sweater tersebut. Dan salah satu gambarnya adalah.......mata tunggal. Kalimat yang tertera pada sweater tersebut juga cukup bikin ilfil, meskipun sekilas mah gak bakal kebaca.
Sempat dilema, seolah-olah gambar-gambar itu bisa menyihir saya agar mau bergabung dengan "aliran" new world order (NWO) ini, alias novus ordo seclorum dalam bahasa latinnya --jargon yang terdapat pada duit satu dolar AS. Tapi, apalah arti gambar, hibur saya pada diri sendiri, yang penting kita tidak meyakini aliran tersebut. Dan lebih penting lagi, sweater tersebut berhasil mengusir dinginnya Pangalengan yang berkabut dan bergerimis saat saya kunjungi pada akhir November lalu.
Tapi rasanya mendadak semua hal yang saya gemari pun mengarah ke sana. Satu grup band yang sudah saya akrabi lagu-lagunya sejak usia belasan tahun (gara-gara pengaruh kakak-kakak saya), "mendadak" memberikan penampakan-penampakan “mata tunggal” lewat simbol-simbol yang dibawanya. Bahkan lagu-lagunya pun mengindikasikan lirik yang “aneh” (lihat pembahasannya dalam tulisan selanjutnya).
Terpaan lewat Facebook
Saya baru bergabung dengan Facebook pada April 2009. Namun justru isu-isu mengenai organisasi-organisasi di atas baru gencar mendatangi saya pada November in
i (entah karena ada kaitannya dengan isu kiamat 2012 atau tidak). Anehnya, saya mendapati “propaganda” anti organisasi-organisasi tersebut hanya karena ingin memenangkan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang tampaknya tidak ada kaitan dengan “isu ini”. (gambar kanan: salah satu simbol Illuminati)
Misalnya saja saat saya penasaran membuka tautan/link yang di-tag-kan seseorang untuk salah seorang friendlist saya di facebook. Ternyata, link tersebut berisi rentetan video bertajuk “The Arrival” buatan dua orang bernama Noreeagaa dan Achernahr. Video ini berseri banyak dengan pengantar bahasa Inggris, dan tampaknya dibuat dengan riset cukup mendalam meskipun dalam beberapa hal kurang didukung bukti yang meyakinkan.
Ketika rasa ingin tahu semakin menggila, jemari ini bahkan sudah dengan sengaja men-search dengan mengetik keywords yang mengait ke “situ”. Maka, terpaan pun semakin gencar menggempur. Namun, kian banyak informasi didapat, kian bingung malah jadinya. Entah kenapa, ada rasa ingin menyudahi rasa ingin tahu ini. Mungkin karena isu ini berkaitan dengan kiamat, dan siapa pun --meskipun ini merupakan hal yang harus diyakini-- pasti jengah membayangkannya.
APP, “Agen”-kah?
Terpaan informasi itu akhirnya sampai pada kesadaran bahwa banyak sekali "keanehan" pada grup band favorit say
a: Allan Parsons Project (APP), terlebih sejak saya mengklik “become a fan” pada Facebook fanpage-nya Eric Woolfson, sang vokalis APP (FYI: begitu mengklik "become a fan", manajemen Eric Woolfson meng-invite saya pada official facebook-nya).
Terpaan informasi itu akhirnya sampai pada kesadaran bahwa banyak sekali "keanehan" pada grup band favorit say
a: Allan Parsons Project (APP), terlebih sejak saya mengklik “become a fan” pada Facebook fanpage-nya Eric Woolfson, sang vokalis APP (FYI: begitu mengklik "become a fan", manajemen Eric Woolfson meng-invite saya pada official facebook-nya).
Menyedihkannya (halah), puncak dari kesadaran tersebut justru muncul saat sang lead vocal dikabarkan meninggal dunia pada akhir November ini. Dan saya --secara menyedihkan juga-- sempat meratapinya, bahkan menulis status ratapan tersebut di Facebook.
Ketika para pengelola Facebook Eric Woolfson ber-tribute-ria di wall-nya antara lain dengan menulis “i am immortal, i am immortal”, saya sampai pada satu ingatan, dari satu buku yang pernah saya baca, bahwa, bukankah dajjal-lah yang selalu “berteriak” bahwa dia immortal? (informasi ini perlu digali lagi).
Kecurigaan ini (yang nyaris menjadi seperti paranoia) makin mengerucut karena gambar “mata tunggal” dan piramid, begitu mendominasi simbol-simbol grup band ini. Bahkan jika dicermati, lirik-lirik lagu APP memang cukup aneh: ada kecenderungan seperti menghamba pada “sun” alias matahari yang merupakan simbol Paganisme, aliran yang diyakini beberapa “keyakinan” telah berhasil mengobrak-abrik kelurusan ajaran nabi Isa alias Yesus di masa Kekaisaran Constantine berkuasa di Turki (apa itu Paganisme, perlu dikorek lagi informasinya).
Ketika para pengelola Facebook Eric Woolfson ber-tribute-ria di wall-nya antara lain dengan menulis “i am immortal, i am immortal”, saya sampai pada satu ingatan, dari satu buku yang pernah saya baca, bahwa, bukankah dajjal-lah yang selalu “berteriak” bahwa dia immortal? (informasi ini perlu digali lagi).
Kecurigaan ini (yang nyaris menjadi seperti paranoia) makin mengerucut karena gambar “mata tunggal” dan piramid, begitu mendominasi simbol-simbol grup band ini. Bahkan jika dicermati, lirik-lirik lagu APP memang cukup aneh: ada kecenderungan seperti menghamba pada “sun” alias matahari yang merupakan simbol Paganisme, aliran yang diyakini beberapa “keyakinan” telah berhasil mengobrak-abrik kelurusan ajaran nabi Isa alias Yesus di masa Kekaisaran Constantine berkuasa di Turki (apa itu Paganisme, perlu dikorek lagi informasinya).
Selain itu, simbol-simbol grup band ini --yang mengarah pada apa yang menjadi simbol-simbol organisasi-organisasi yang tengah kita bahas ini-- terdeskr
ipsikan lewat desain/ilustrasi cover album-album musiknya: mulai raven (gagak), kepala kambing (yang merupakan simbol Dewa Baphomet), mata tunggal itu sendiri, dan....naga. Judul-judul lagunya pun agak mencurigakan, semisal "eye in the sky", "the same old sun", "pyramaniac", atau "lucifer".
Namun begitu, musik APP "sayangnya" terlalu nikmat untuk membuat saya merasa illfeel berkepanjangan. Apalagi saya memang orang yang tidak pernah terlalu peduli pada lirik lagu. Ah, tapinya…betapa terpaan citra buruk tentang sesuatu, sanggup mengubah persepsi kita terhadap apa yang bahkan sangat kita sukai pada awalnya.
ipsikan lewat desain/ilustrasi cover album-album musiknya: mulai raven (gagak), kepala kambing (yang merupakan simbol Dewa Baphomet), mata tunggal itu sendiri, dan....naga. Judul-judul lagunya pun agak mencurigakan, semisal "eye in the sky", "the same old sun", "pyramaniac", atau "lucifer".
Namun begitu, musik APP "sayangnya" terlalu nikmat untuk membuat saya merasa illfeel berkepanjangan. Apalagi saya memang orang yang tidak pernah terlalu peduli pada lirik lagu. Ah, tapinya…betapa terpaan citra buruk tentang sesuatu, sanggup mengubah persepsi kita terhadap apa yang bahkan sangat kita sukai pada awalnya.
Mata Tunggal dan Piramid
Sepengetahuan saya dari berbagai sumber yang saya baca, simbol “mata tunggal” dari sudut pandang Islam adalah simbol untuk dajjal. Dajjal menurut kepercayaan agama ini memiliki ciri-ciri bermata satu (pecak), akan datang menjelang hari kiamat. Namun, Tuhan tidak membiarkan “makhuk” ini berpesta pora begitu saja untuk merusak akhlak manusia. Tuhan akan menurunkan Imam Mahdi (Isa Al Masih), untuk memerangi bahkan membunuhnya.
Pada saat pertempuran psikis dan fisik antara dajjal dan Imam Mahdi berlangsung (katanya memakan kurun ratusan tahun, entah dengan skala waktu mana/siapa), manusia akan kebingungan. Mungkin menjadi semacam era "dark age" bagi manusia. Sebagian yang imannya katanya lemah, akan cenderung menjadi para pendukung dajjal. Sebagian lagi, akan "bertempur" di bawah pimpinan sang Imam (semoga saya termasuk pada golongan terakhir, a
min!).
Sepengetahuan saya dari berbagai sumber yang saya baca, simbol “mata tunggal” dari sudut pandang Islam adalah simbol untuk dajjal. Dajjal menurut kepercayaan agama ini memiliki ciri-ciri bermata satu (pecak), akan datang menjelang hari kiamat. Namun, Tuhan tidak membiarkan “makhuk” ini berpesta pora begitu saja untuk merusak akhlak manusia. Tuhan akan menurunkan Imam Mahdi (Isa Al Masih), untuk memerangi bahkan membunuhnya.
Pada saat pertempuran psikis dan fisik antara dajjal dan Imam Mahdi berlangsung (katanya memakan kurun ratusan tahun, entah dengan skala waktu mana/siapa), manusia akan kebingungan. Mungkin menjadi semacam era "dark age" bagi manusia. Sebagian yang imannya katanya lemah, akan cenderung menjadi para pendukung dajjal. Sebagian lagi, akan "bertempur" di bawah pimpinan sang Imam (semoga saya termasuk pada golongan terakhir, a
min!).
*
Entah ada kaitan atau tidak, simbol “mata tunggal” ini juga menjadi simbol kebanggaan oganisasi-organisasi terkait seperti freemasonry (organisasi yang terkait dengan klan Mason), Illuminati, dan… zionisme, yang saat ini lebih ditudingkan pada golongan orang yahudi tertentu (salah satu contohnya adalah para penganut Kabbalah, yang tidak melulu dari etnis yahudi. Bahkan agama Yahudi pun tidak menganggap Kabbalah sebagai aliran Yahudi).
Simbol ini misalnya juga muncul pada uang satu dolar AS (bahkan lengkap dengan simbol piramidanya). Tak heran bila ada anggapan bahwa AS telah dikendalikan organisasi yang ingin menjadikan dunia memiliki satu pusat kepemimpinan di bawah para pengusung freemasonry/illuminati/zionisme ini, atau yang dikenal dengan istilah "Annuit Coeptis" yang artinya "pemerintahan satu dunia".
Menurut kalangan yang percaya isu NWO, segala kejadian yang terjadi di dunia selama ini, seperti misalnya terbunuhnya vokalis The Beatles (John Lennon), kematian John F.Kennedy, hingga kematian Puteri Diana dan kekasihnya Dodi Al Fayed (bahkan mungkin juga kematian Michael Jackson), adalah bagian dari skenario membangun kerajaan NWO. Ada yang menyebutkan bahwa Lennon dan Kennedy adalah profil-profil tokoh yang anti NWO (perlu digali lagi mengenai apa tujuan NWO sebenarnya). Kematian tokoh-tokoh terkemuka dunia itu bahkan dikaitkan sebagai perbuatan badan-badan intelijen yang diduga sudah menjadi kaki tangan NWO, seperti CIA, MI6, dan tentu saja Mossad.
Simbol “mata tunggal” dan piramida, juga bisa diamati pada logo Freemasonry (dalam satu grup Facebook, ada yang menuliskan bahwa organisasi ini dilarang di Indonesia). Piramida pada simbol organisasi ini diwakilkan oleh jangka yang terkembang (lihat gambar ke-2 di atas). Mata tunggal juga muncul sebagai logo CBS yang menjadi distributor beberapa tayangan televisi termasuk diantaranya The Oprah Winfrey Show (tak heran jika Oprah pun kebagian getah dituding-tuding mengait ke "sini"). Simbol lainnya yang menjadi representasi organisasi-organisasi ini antara lain adalah kuda unicorn seperti yang bisa kita lihat pada logo Columbia Pictures, dan lucifer yang menjadi simbol Manchester United, bahkan swastika, simbol kebanggaan Hitler yang dikenal anti Yahudi.
Kerajaan Inggris adalah Keturunan Raja-raja Mesir Kuno (?)
Entah ada kaitan atau tidak, simbol “mata tunggal” ini juga menjadi simbol kebanggaan oganisasi-organisasi terkait seperti freemasonry (organisasi yang terkait dengan klan Mason), Illuminati, dan… zionisme, yang saat ini lebih ditudingkan pada golongan orang yahudi tertentu (salah satu contohnya adalah para penganut Kabbalah, yang tidak melulu dari etnis yahudi. Bahkan agama Yahudi pun tidak menganggap Kabbalah sebagai aliran Yahudi).
Simbol ini misalnya juga muncul pada uang satu dolar AS (bahkan lengkap dengan simbol piramidanya). Tak heran bila ada anggapan bahwa AS telah dikendalikan organisasi yang ingin menjadikan dunia memiliki satu pusat kepemimpinan di bawah para pengusung freemasonry/illuminati/zionisme ini, atau yang dikenal dengan istilah "Annuit Coeptis" yang artinya "pemerintahan satu dunia".
Menurut kalangan yang percaya isu NWO, segala kejadian yang terjadi di dunia selama ini, seperti misalnya terbunuhnya vokalis The Beatles (John Lennon), kematian John F.Kennedy, hingga kematian Puteri Diana dan kekasihnya Dodi Al Fayed (bahkan mungkin juga kematian Michael Jackson), adalah bagian dari skenario membangun kerajaan NWO. Ada yang menyebutkan bahwa Lennon dan Kennedy adalah profil-profil tokoh yang anti NWO (perlu digali lagi mengenai apa tujuan NWO sebenarnya). Kematian tokoh-tokoh terkemuka dunia itu bahkan dikaitkan sebagai perbuatan badan-badan intelijen yang diduga sudah menjadi kaki tangan NWO, seperti CIA, MI6, dan tentu saja Mossad.
Simbol “mata tunggal” dan piramida, juga bisa diamati pada logo Freemasonry (dalam satu grup Facebook, ada yang menuliskan bahwa organisasi ini dilarang di Indonesia). Piramida pada simbol organisasi ini diwakilkan oleh jangka yang terkembang (lihat gambar ke-2 di atas). Mata tunggal juga muncul sebagai logo CBS yang menjadi distributor beberapa tayangan televisi termasuk diantaranya The Oprah Winfrey Show (tak heran jika Oprah pun kebagian getah dituding-tuding mengait ke "sini"). Simbol lainnya yang menjadi representasi organisasi-organisasi ini antara lain adalah kuda unicorn seperti yang bisa kita lihat pada logo Columbia Pictures, dan lucifer yang menjadi simbol Manchester United, bahkan swastika, simbol kebanggaan Hitler yang dikenal anti Yahudi.
Kerajaan Inggris adalah Keturunan Raja-raja Mesir Kuno (?)
Coba amati simbol “mata tunggal” (dan piramida) yang antara lain muncul sebagai simbol-simbol grup band APP. Simbol-simbol itu mengingatkan kita pada gambar-gambar yang ditemukan di dinding satu dari Tujuh Keajaiban Dunia, yakni Pir
amida Giza, Mesir. Simbol "mata tunggal" yang sering muncul sebagai simbolnya APP ini memang diambil dari tradisi hieroglyph, huruf Mesir Kuno, untuk merepresentasikan sosok Dewa Horus alias Ra.
Siapakah Horus? Dalam kepercayaan Mesir Kuno dia dikenal sebagai Dewa Matahari. Horus merupakan anak dari Osiris, dewa senior tertinggi, dan Isis, dewi kesuburan (yang disimbolkan oleh bulan sabit--- Lho, apa dong simbol yang tersisa yang tidak mengait ke "mereka". Karena ternyata simbol keislaman pun "dipakai" mereka? Benar-benar absurd kalau melihat dari sisi ini). Mata Horus inilah yang oleh Illuminati (salah satu organisasi luciferian) dipakai sebagai simbolnya.
Mungkin ini jadi semacam “utak-atik gathuk” (istilah yang saya dapat dari seorang teman), ketika ternyata muncul pula isu bahwa anggota keluarga kerajaan Inggris bukanlah kaukasian sejati, melainkan keturunan (baca: bloodlines) dari raja-raja Mesir Kuno yang diduga menjadi pembangun piramida-piramida Giza ini. Ini pulalah yang mungkin menjadi pembenaran istilah Diaspora.
Putri Diana dalam kaitan pernikahannya dengan Pangeran Charles, diduga hanya sekedar kendaraan untuk kelahiran penerus “keturunan” raja-raja Mesir Kuno ini (weleh?), yakni Pangeran William. Entah suatu kebetulan atau tidak, Diana adalah
nama lain dari dewi (goddest) Babilonia Kuno yang juga merupakan dewi dalam keyakinan Illuminati, yakni Dewi Semiramis. Simbol Dewi Semiramis ini bisa dilihat sosoknya pada patung Liberty (sumber: The Arrival).
Dan percayakah anda bahwa pesta pemilihan presiden AS tahun lalu --yang secara mengejutkan berhasil mendudukan seseorang berdarah Afrika untuk kali pertama dalam tampuk kepemimpian AS --yang dikenal memiliki sejarah rasisme-- adalah sebuah dagelan? Jika anda tidak percaya, ternyata banyak juga yang percaya bahwa itu adalah “dagelan” tingkat tinggi. Mereka yang percaya itu yakin bahwa Barrack Obama memiliki “bloodlines” dengan para laskar NWO lainnya (mungkin bloodlines dari sang ibu. Dan lebih menarik lagi ketika diketahui bahwa ayah kandung Obama yang orang asli Kenya, muslim pula, tewas dalam sebuah kecelakaan mobil dalam usia relatif masih muda --ini mah asli dugaan saya sendiri), bahkan dengan rivalnya sendiri John McCain. Bahkan jika ditelusuri jejaknya, maka "bloodlines" ini akan mengait ke nama George Bush Sr dan Jr, Jimmy Carter, hingga Ratu Elizabeth, Abraham Lincoln, dan George Washington (sumber: The Arrival).
***
Dengan bekal pengetahuan yang sangat tidak mumpuni mengenai isu-isu tersebut di atas, saat ini di dalam kepala muncul pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba saling bertautan mengenai berbagai peristiwa dunia yang terjadi (paling tidak dalam kurun abad ke-20 dan awal abad ke-21 ini). Sebut saja dari mulai peristiwa pembantaian etnis yahudi oleh Hitler, peristiwa etnis cleansing di Bosnia, tragedi menara WTC (lihat video kebohongan tragedi WTC di sini: http://www.facebook.com/pasiregar?ref=ts#!/video/video.php?v=155764821100307) bahkan pada setiap pergantian kepala-kepala negara. di dunia. Peristiwa-peristiwa yang jika dilihat permukaannya saja, malah seperti saling bertentangan.
Tapi..... bukankah dalam teori konspirasi, apa pun bisa terjadi? Dia tak mengenal istilah salah atau benar. Pembunuhan bisa dibenarkan jika dianggap dapat "menyelamatkan" umat lebih banyak, apalagi jika sesuai dengan missi masing-masing komunitas. Rasanya ini telah menjadi justifikasi agen-agen intelijen di seluruh dunia (?)
Pertanyaan-pertanyaan “seru” lainnya antara lain mengenai kaitan di balik karya fenomenal Dan Brown, “The Da Vinci Code”, dengan isu ini. Di dalam buku ini, tersebutlah nama “Merovingian”. Merovingian disebutkan sebagai klan dari keturunan Nabi Isa (Yesus) dari rahim Maria Magdalena (kalau gak salah –--ya bener). Dan dalam salah satu link “The Arrival” disebutkan, par
a keturunan Merovingian ini adalah “kendaraan” para bloodlines untuk suatu rencana besar membangun “Tata Dunia Baru ---New World Order”.
Lalu, muncul juga pertanyaan-pertanyaan seperti kabar Madonna yang tiba-tiba pindah agama ke Kaballah (termasuk juga Britney Spears, meskipun katanya belakangan dia "dipecat"), fenomena Madonna dan Angelina Jollie yang banyak mengadopsi anak-anak dari berbagai suku bangsa, lalu mengenai semakin tidak berakhlaknya tayangan-tayangan hiburan belakangan ini (dalam konteks missi NWO, penghancuran akhlak remaja melalui tayangan-tayangan di berbagai media, merupakan bagian dari skenario NWO), juga bahkan “budaya” perbankan, pasar uang/saham, dan…franchise. (gambar kiri atas: Madonna mengenakan jaket bergambar logo Illuminati)
Waw!!?? Memang, untuk memahami semua ini hingga kita sampai pada kesimpulan terdasar sekalipun, kita perlu mempelajarinya dari berbagai sudut pandang terlebih dulu. Saya sendiri tentu masih pada posisi "sangat percaya-percaya nggak". Tapi tak ada beban juga untuk percaya, tanpa harus membuat kita menjadi kontra-produktif dalam hidup, meskipun –katanya— semua peristiwa tersebut suatu saat akan bermuara pada keyakinan agama-agama langit akan datangnya Imam Mahdi ke dunia.
amida Giza, Mesir. Simbol "mata tunggal" yang sering muncul sebagai simbolnya APP ini memang diambil dari tradisi hieroglyph, huruf Mesir Kuno, untuk merepresentasikan sosok Dewa Horus alias Ra.
Siapakah Horus? Dalam kepercayaan Mesir Kuno dia dikenal sebagai Dewa Matahari. Horus merupakan anak dari Osiris, dewa senior tertinggi, dan Isis, dewi kesuburan (yang disimbolkan oleh bulan sabit--- Lho, apa dong simbol yang tersisa yang tidak mengait ke "mereka". Karena ternyata simbol keislaman pun "dipakai" mereka? Benar-benar absurd kalau melihat dari sisi ini). Mata Horus inilah yang oleh Illuminati (salah satu organisasi luciferian) dipakai sebagai simbolnya.
Mungkin ini jadi semacam “utak-atik gathuk” (istilah yang saya dapat dari seorang teman), ketika ternyata muncul pula isu bahwa anggota keluarga kerajaan Inggris bukanlah kaukasian sejati, melainkan keturunan (baca: bloodlines) dari raja-raja Mesir Kuno yang diduga menjadi pembangun piramida-piramida Giza ini. Ini pulalah yang mungkin menjadi pembenaran istilah Diaspora.
Putri Diana dalam kaitan pernikahannya dengan Pangeran Charles, diduga hanya sekedar kendaraan untuk kelahiran penerus “keturunan” raja-raja Mesir Kuno ini (weleh?), yakni Pangeran William. Entah suatu kebetulan atau tidak, Diana adalah
nama lain dari dewi (goddest) Babilonia Kuno yang juga merupakan dewi dalam keyakinan Illuminati, yakni Dewi Semiramis. Simbol Dewi Semiramis ini bisa dilihat sosoknya pada patung Liberty (sumber: The Arrival).
Dan percayakah anda bahwa pesta pemilihan presiden AS tahun lalu --yang secara mengejutkan berhasil mendudukan seseorang berdarah Afrika untuk kali pertama dalam tampuk kepemimpian AS --yang dikenal memiliki sejarah rasisme-- adalah sebuah dagelan? Jika anda tidak percaya, ternyata banyak juga yang percaya bahwa itu adalah “dagelan” tingkat tinggi. Mereka yang percaya itu yakin bahwa Barrack Obama memiliki “bloodlines” dengan para laskar NWO lainnya (mungkin bloodlines dari sang ibu. Dan lebih menarik lagi ketika diketahui bahwa ayah kandung Obama yang orang asli Kenya, muslim pula, tewas dalam sebuah kecelakaan mobil dalam usia relatif masih muda --ini mah asli dugaan saya sendiri), bahkan dengan rivalnya sendiri John McCain. Bahkan jika ditelusuri jejaknya, maka "bloodlines" ini akan mengait ke nama George Bush Sr dan Jr, Jimmy Carter, hingga Ratu Elizabeth, Abraham Lincoln, dan George Washington (sumber: The Arrival).
***
Tapi..... bukankah dalam teori konspirasi, apa pun bisa terjadi? Dia tak mengenal istilah salah atau benar. Pembunuhan bisa dibenarkan jika dianggap dapat "menyelamatkan" umat lebih banyak, apalagi jika sesuai dengan missi masing-masing komunitas. Rasanya ini telah menjadi justifikasi agen-agen intelijen di seluruh dunia (?)
Pertanyaan-pertanyaan “seru” lainnya antara lain mengenai kaitan di balik karya fenomenal Dan Brown, “The Da Vinci Code”, dengan isu ini. Di dalam buku ini, tersebutlah nama “Merovingian”. Merovingian disebutkan sebagai klan dari keturunan Nabi Isa (Yesus) dari rahim Maria Magdalena (kalau gak salah –--ya bener). Dan dalam salah satu link “The Arrival” disebutkan, par
a keturunan Merovingian ini adalah “kendaraan” para bloodlines untuk suatu rencana besar membangun “Tata Dunia Baru ---New World Order”.
Lalu, muncul juga pertanyaan-pertanyaan seperti kabar Madonna yang tiba-tiba pindah agama ke Kaballah (termasuk juga Britney Spears, meskipun katanya belakangan dia "dipecat"), fenomena Madonna dan Angelina Jollie yang banyak mengadopsi anak-anak dari berbagai suku bangsa, lalu mengenai semakin tidak berakhlaknya tayangan-tayangan hiburan belakangan ini (dalam konteks missi NWO, penghancuran akhlak remaja melalui tayangan-tayangan di berbagai media, merupakan bagian dari skenario NWO), juga bahkan “budaya” perbankan, pasar uang/saham, dan…franchise. (gambar kiri atas: Madonna mengenakan jaket bergambar logo Illuminati)
Waw!!?? Memang, untuk memahami semua ini hingga kita sampai pada kesimpulan terdasar sekalipun, kita perlu mempelajarinya dari berbagai sudut pandang terlebih dulu. Saya sendiri tentu masih pada posisi "sangat percaya-percaya nggak". Tapi tak ada beban juga untuk percaya, tanpa harus membuat kita menjadi kontra-produktif dalam hidup, meskipun –katanya— semua peristiwa tersebut suatu saat akan bermuara pada keyakinan agama-agama langit akan datangnya Imam Mahdi ke dunia.
Gambar naga yang diproklamirkan organisasi Freemasonry
sebagai salah satu simbolnya (lihat logo resmi Freemasonry di kanan atas)
sebagai salah satu simbolnya (lihat logo resmi Freemasonry di kanan atas)
Gambar naga yang nyaris sama, muncul sebagai
ilustrasi desain cover album musik APP: Vulture Culture
ilustrasi desain cover album musik APP: Vulture Culture
Apakah tanda-tanda k edatangan Imam Mahdi ini sudah bisa dibaca pada perilaku pemimpin dunia dan cukup dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak awal abad ke-20 saja? Apakah para laskar NWO tersebut bukan manusia, melainkan semacam makhluk dari entitas tertentu yang bukan manusia? (padahal, justru mereka menganggap suku bangsa selain mereka, adalah bukan manusia. Mereka menyebutnya sebagai goyyim). Apakah…Apakah…dan Apakah lainnya…… Untuk menjawabnya, ada baiknya jika dik onfirmasikan kepada ulama-ulama kepercayaan kita masing-masing. Saya pribadi jika harus mendiskusikannya, akan memilih Azyumardi Azra, Komarudin Hidayat, atau Quraisy Shihab.
Belakangan saya "menemukan" logo-logo baru berupa mata tunggal. Apakah institusi-institusi dengan logo di bawah ini ada kaitannya juga dengan organisasi-organisasi yang saya bicarakan di atas? Hahaha....... serunya teori konspirasi!!! Atau yang kata teman saya sebagai "uthak...athik...gathuk". SELAMAT TERTAWA!! (dipostingkan pada September 2010)
(tulisan ini sekedar curahan a pa yang menjadi in terest saya pribadi, dan sudah tentu tidak melalui suatu riset mendalam (bisa dilihat dari banyaknya "tanda tanya" pada tulisan ini). Maka, sangat tidak disarankan untuk meyakini apa yang saya tulis ini kecuali mencari sendiri sumber-sumber terkait, dan mempersepsinya sendiri ---ruri andayani)

4 comments:
kalau dilihat sambil lalu sepertinya ini teori guthak-gathik-gathuk.. tapi kemudian... why didn't I think of that???!!! (interesting thought, Ruri.. thnks for sharring!)
Yang pake "g" cuma yang di "gathuk" as :D Tks for comment!
Menarik juga tulisannya Rur..bagaikan sumbu jd merasa disundut untuk terus menggali pengetahuan. Tapi maaf gak bs kasih komen yg dalem karena 0 ttg hal ini...
Kathy bin Katrin,pengetahuan saya mengenai hal ini juga cuma 0,1 dibanding dirimu :D
Post a Comment