Nama tempat: KFC Dago
Lokasi: Superindo Dago (1980-1990-an lebih ngetop dengan sebutan Gelael)
Harga: Rp 8-10 ribu
Sepertinya karena lokasinya yang berada di
tempat nongkrong orang Bandung, termasuk juga karena rame di malam hari, maka
KFC Dago yang paling konsisten menyediakan menu kopi.
Seingat saya, di KFC Riau juga pernah ada kopi, hanya saja
kopinya kopi celup, bukan di-steam seperti yang di Dago. Bagaimana pun rasa
kopi yang diseduh dengan yang di-steam berbeda, dan saya lebih suka yang di-steam.
Kopi hitam yang di-steam, di Starbucks atau di beberapa kafe lainnya, biasanya
dtuliskan di daftar menunya dengan istilah americano.
Ngemeng-ngemeng soal americano, erat kaitannya dengan sejarah espresso. Espresso adalah jenis kopi yang diekstrak dengan lebih kental, diminum tanpa campuran apa-apa termasuk gula. Tujuannya memang biasanya untuk orang-orang yang niat banget mencari manfaat dari kafeinnya, biar tetap melek.
Ngemeng-ngemeng soal americano, erat kaitannya dengan sejarah espresso. Espresso adalah jenis kopi yang diekstrak dengan lebih kental, diminum tanpa campuran apa-apa termasuk gula. Tujuannya memang biasanya untuk orang-orang yang niat banget mencari manfaat dari kafeinnya, biar tetap melek.
Tapi rupanya dalam sejarah cara menyeduh kopi, diketahui
bahwa orang Amerika ngeper sama espresso yang kental dan pahit. Mereka lebih
suka jika espresso-nya ditambah air lebih banyak. Muncullah kemudian nama americano
sebagai ejekan kepada orang Amrik yang ingin agar espresso-nya dibuat lebih
encer.
Awalnya, ketika harganya masih Rp 6.000, kopi dipesan bareng
dengan pesanan makanan. Sejak 2012, dan harganya naik jadi Rp 7.000, pengelolanya
membuat “dapur” khusus di posisi terpisah, yang dilengkapi kursi-kursi bergaya
kafe. Sekarang saya menduga harganya Rp 8-10 ribu. Makleum sejak 2012 itu saya belum
sempat lagi ke sana, pasalnya teman-teman mulai punya kehidupan
sorangan-sorangan.**
No comments:
Post a Comment