Friday, September 5, 2014

Ngopi Pagi di Rumah Mode


Nama Kafe: Java Bean
Lokasi: Rumah Mode, Jalan Setiabudhi
Harga kopi: Rp 30-40 ribu


Bukan kali pertama saya ngopi di kafe ini. Tapi satu yang saya ingat, harganya termasuk muahal untuk penggemar kopi bermodal pas-pasan seperti saya. Kata kakak saya yang alhamdulillahnya mentraktir saya pada kesempatan kedua ke sini ini, harganya hampir sama dengan minum kopi dengan jenis setara di Starbucks. Saya pikir saya setuju.

Pagi Agustus 2014 lalu, hari masih cukup pagi, pukul 10-an. Saya dan kakak sengaja ingin ngopi ke sana. Saya memesan cappucino. Di Starbucks (karena saya sedang ingin coba membandingkan dengan sajian sejenis di Starbucks), bisa dipesan dengan nama macam-macam tapi intinya (kata saya mah) sama-sama kopi plus krim/susu alias kopi susu alias coffee milk (atau di kafe lain namanya bisa jadi cafe au lait), harganya sekitar Rp 30 ribuan (lebih).

Bedanya, di kafe ini ada bonus kue kering. Mungkin karena bisnis sampingan kafe ini jualan kue kering: bukan bonus-bonus amat sepertinya, tapi sekaligus promosi. "Modus" ini juga bisa ditemukan di kafe-kafe lain yang juga berjualan kue kering.

Kakak saya yang memesan hot coffee milk, juga dibanderol harga yang kurang lebih sama Rp 30 ribuan. Karena ada tekstur yang ingin ditampilkan, maka penyajiannya bukan dengan cangkir atau mug berbahan keramik putih, melainkan gelas bening tinggi/goblet. Padahal buat saya, penyajian sangat memengaruhi kenikmatan kopi. Kopi yang disajikan menggunakan gelas bening, terasa "sepi". Rasa kopi pun menjadi tidak josss!

Harga yang dipatok lebih tinggi dibanding kafe-kafe lainnya di Bandung, sepertinya karena lokasi kafe ini berada di tujuan wisata orang-orang Jekardah, yakni di Rumah Mode, Jalan Setiabudi. Soal rasa, seenggaknya rasa cappuccino yang saya pesan, tergolong enak untuk lidah saya; pahit kopinya terasa.

Yah, meskipun Indonesia menjadi salah satu negara penghasil dan pengekspor kopi terbesar di dunia, toh warganya tidak pernah bisa menikmati kopi berkualitas tinggi dengan harga murah.

Kalau ingin kopi dengan  harga murah, beli saja yang sachet-an; Rp 9.000 dapat 10 sachet. Rasanya jangan tanya, kalau kata teman saya seperti permen. Makleum lah, banyak bahan artifisialnya. Jangan-jangan rasa kopinya artifisial juga, bukan kopi beneran. Tapi…. mayan lah daripada manyun, hihihii!**

No comments: